Lanjut lagi ni… pada artikel sebelumnya sudah dibahas ragam
krtik sastra menurut bentuknya. Sekarang kita akan membahas ragam kritik sastra
menurut metode penerapannya
1. Menurut metode penerapannya
Metode ini oleh Ambrams dan Hudson dibagi
lagi menjadi 3, yaitu a)Kritik Judicial, b) Kritik Induktif dan yang terakhir
c) Kritik Impressionistik. Sekarang kita
akan mengupasnya satu persatu.
a) Kritik Judicial (Judicial Criticism)
Pada kritik ini Judicial ini, kritikus berusaha untuk
menganalisis dan menjelaskan karya sastra berdasarkan pokoknya, organisasinya,
tekniknya, gayanya. Kesemuanya tersebut didasarkan pada pertimbangan individual
kritikus dan atas dasar standar umum. Tujuan darikritik ini adalah penghakiman terhadap
karya sastra berdasarkan hokum hokum yang sudah ada.
b) Kritik Induktif (Inductive Criticism)
Kritik ini beursaha menguraikan unsure unsur karya sastra
berdasarkan fenomena yangada secara objektif. Objek penelitian dalam kritik ini
adalah teks dari karya sastra itu sendiri menggunakan standar umum yang
ditetapkan diluar dirinya. Setelah itu, nantinya kritikus akan menyusun hasil
analisisnya.
c) Kritik Impresionistik (Impressionistic Criticism)
Kritik ini berusaha menggambarkan sifat umum dalam bagian khusus sastra. Jadi,
kritikus mengambil bagian yang mengesankan, kemudian diekspresikan kembali
melalui kata kata yang menarik perhatian. Kritik Impresionistik ini juga
disebut dengan kritik estetik. Menurut T.S Elliot, kritik ini berusaha untuk membuat
pembaca kagum terhadap karya sastra tersebut.
3) menurut pendekatan tertentu
Ada beberapa pendekatan tertentupada
atas kritik sastra yaitu: a) kritik Ilmiah, b) kritik estetik dan yang terkahir kritik social. Langsung aja
kia cekidot membahas ragam sastra ini,
a) kritik ilmiah
kritik
ilmiah disini melakukan studi sastra menggunakan pendekatan keilmuan tertentu. Penguiannya
dapat ditelusuri melalui wawasa, konsep teoretisnya, sistematika penyajian
metode dan tekniknya dan analisis kritisnya.
b) kritik estetik
kritik
estetis disini merupkan studi satsra melalui pendekatan kaidah-kaidah keindahan
atau esteteis. Kritik ini berusaha mengungkapkan keindahan pada karya sastra
sehingga timbul kekaguman pembaca terhadap karya sastra tersebut.
c) kritik social
kritik ini menggunakan pendekatan social. Dimana Plato adalah pencetus
kritik ini, dia menganggap bahwa karya sastra juga merupakan cerminan kehidupan
social (kritik mimesis.
Lanjut lagi ni… pada artikel sebelumnya sudah dibahas ragam
krtik sastra menurut bentuknya. Sekarang kita akan membahas ragam kritik sastra
menurut metode penerapannya
1. Menurut metode penerapannya
Metode ini oleh Ambrams dan Hudson dibagi
lagi menjadi 3, yaitu a)Kritik Judicial, b) Kritik Induktif dan yang terakhir
c) Kritik Impressionistik. Sekarang kita
akan mengupasnya satu persatu.
a) Kritik Judicial (Judicial Criticism)
Pada kritik ini Judicial ini, kritikus berusaha untuk
menganalisis dan menjelaskan karya sastra berdasarkan pokoknya, organisasinya,
tekniknya, gayanya. Kesemuanya tersebut didasarkan pada pertimbangan individual
kritikus dan atas dasar standar umum. Tujuan darikritik ini adalah penghakiman terhadap
karya sastra berdasarkan hokum hokum yang sudah ada.
b) Kritik Induktif (Inductive Criticism)
Kritik ini beursaha menguraikan unsure unsur karya sastra
berdasarkan fenomena yangada secara objektif. Objek penelitian dalam kritik ini
adalah teks dari karya sastra itu sendiri menggunakan standar umum yang
ditetapkan diluar dirinya. Setelah itu, nantinya kritikus akan menyusun hasil
analisisnya.
c) Kritik Impresionistik (Impressionistic Criticism)
Kritik ini berusaha menggambarkan sifat umum dalam bagian khusus sastra. Jadi,
kritikus mengambil bagian yang mengesankan, kemudian diekspresikan kembali
melalui kata kata yang menarik perhatian. Kritik Impresionistik ini juga
disebut dengan kritik estetik. Menurut T.S Elliot, kritik ini berusaha untuk membuat
pembaca kagum terhadap karya sastra tersebut.
3) menurut pendekatan tertentu
Ada beberapa pendekatan tertentupada
atas kritik sastra yaitu: a) kritik Ilmiah, b) kritik estetik dan yang terkahir kritik social. Langsung aja
kia cekidot membahas ragam sastra ini,
a) kritik ilmiah
kritik
ilmiah disini melakukan studi sastra menggunakan pendekatan keilmuan tertentu. Penguiannya
dapat ditelusuri melalui wawasa, konsep teoretisnya, sistematika penyajian
metode dan tekniknya dan analisis kritisnya.
b) kritik estetik
kritik
estetis disini merupkan studi satsra melalui pendekatan kaidah-kaidah keindahan
atau esteteis. Kritik ini berusaha mengungkapkan keindahan pada karya sastra
sehingga timbul kekaguman pembaca terhadap karya sastra tersebut.
c) kritik social
kritik ini menggunakan pendekatan social. Dimana Plato adalah pencetus
kritik ini, dia menganggap bahwa karya sastra juga merupakan cerminan kehidupan
social (kritik mimesis.
Nah, itu tadi 2 diantara ragam kritik sastra…
selanjutnya akan kita lanjutkan pada artikel sesudah ini ya…semoga bermanfaat..!!