Butuh
pemanasan untuk memompa kerangka berpikir skripsiku. 3 minggu terlewat karena
memikirkan hal-hal lainnya. So, 1 mingggu untuk pemanasan. Sepertinya waktu selama
itu memang sangat lama sekalil. 1 minggu untuk memanggil roh skripsi kedalam
diri. Sayang sekali, hingga semuanya terbengkalai. Dan akhirnya hanya berdiam
diri, bersembunyi di dalam gua Hira ku yang damai, berdalih merehatkan pikiran.
Agar terbebas dari pengaruh keduniawian dan peran yang mengalihkan dunia perskripsian.
Kalo sudah jatuh cinta pada yang lain emang susah. Susah untuk kembali lagi ke
jalan awal.
Ya,
emang harus sadar diri dan segera berbenah. Kalo tidak gawat ceritanya.ayah
bunda dan kakanda sudah menyakanannya secara intensive. “Skripsi sudah sampe
mana nduk?”. Kakanda sudah mulai membombardir, “ Rapat terus. Ingat skripsi”..
Warning
tingkat satu. Dan sepertinya memang harus segera menysusun planning lagi.
Karena planning yang kemaren tidk berlaku lagi.telat dan mundur 1 bulan. Wewh. jangan
lagi ya menjadikan dosen pembimbing
sebagai alasan untuk terlambat lagi dari jadwal yang seharusnya. Karena itu
semua berawal dan kembali lagimke dalm diri kamu.. Oke…
Oya,
perlu juga kamu refresh diri dan otak. Upgrade diri dan pengetahuan. Tapi
jangan kelamaan. Feeling mu ke skripsi udah muncul lagi im. Baca-baca lgi
teorinya dan simpulkan, lalu tuangkan ke BAB 1. Kayaknya juga perlu mengkaji
lagi focus skripsi yang akan digarap. Karena kamu agak ragukan ketika
menulisknny. Kamu sendiri belum paham tentang
itu. Ya.. reading and writing, listen the other and talk woith them.
Lhoooo kok jadi aneh nih tulisannya.
Sepertinya
terbiasa berpikir secara bebas, membuat setiap tulisanku tidak jelas arahannya.
Perlu pembiasaan berpikir secara logis dan terperinci. Nggak bisa otomatis
untuk berpikir runut. Dan untk membentuk alur berpikir yang runtut harus perlu
membuat kerangka tulisan. Yayayayay..
itupun manjadi masalah untukku. Alur
berpikir yang masih kacau. Belum runtut dan rapih. Sayang sekali. Padahal sudah
tingkat delapan!! Tapi alur berpikir masih belum terlalu mendalam. Sayang
seribu sayang.
Dan
inilah buah dari pemikiran yang terlalu bebas, itu menjadikan arah pembicaraan
dan alur berpikir yang tidak jelas. Dimana-mana curhat. Kapan aja curhat dan
mengeluh. Let’s do something. sang editor sedang menunggu janjimu sayang…. LET’S DO
IT!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar