welcome to my site

sugeng rawuh dumateng sedherek sedaya. mugi gusti paring lampah ingkang sekeco dhumateng sedaya niat ikhlas ngangsu elmu...

Minggu, 18 Desember 2011

Tembang Jawa dalam "Galaksi Kinanthi"

Ini dikutip dari novel Galaksi Kinanthi nya Tasaro Aku suka banget sama kata-kata di bagian ini...

" bapak beritahu, ya. Kinanthi itu juga salah satu tembang jawa. Tembang jawa itu banyak. sesuai dengan urut-urutan kehidupan manusia. dari bayi sampai mati."

Kinanthi menatap bapaknya. mencermati setiap kata-katanya dengan hati-hati. Pada saat yang sama, diluar rumah, jangkrik-jangkrik semakin asyik bersenandung. Berisik angin mencandai dedaun pohon randu. Langit masih sepi bintang.

" Tembang pertama, namanya Maskumambang. Menggambarkan jabang bayi dalam kandunagn ibunya. Mas artiunya belum ketahuan apakah dia akan menjadi laki-laki atau perempuan. Sedangkan Kumambang artinya hidup jabang bayi itu mengambang dalam kandungan ibunya."

Kinanthi mengangguk. benaknya membayangkan Hasto saewaktu masih dalam kandunagn simboknya.

" Tembang kedua, namanya Mijil. Artinya, bayi tadi sudah lahir. Sudah diketahui laki-laki atau perempuan," Mangun lagi-lagi mengelus rambut Kinanthi, "selanjutnya.. tembang Kinanthi. Asalnya dari kata kanthi atau tuntun. Artinya dituntun, supaya setiap anak manusia bisa berjalan menempuh kehidupan di alam dunia."

Kinanthi tersenyum.Bangga, namanya ternyata memiliki makna begitu dalam.

Mangun meneruskan kalimatnya." Tembang setelah Kinanthi adalah Sinom. Artinya kanoman. Bekal untuk para remaja supaya enimba ilmu sebanyak-banyaknya."

Mangun menyeruput kopinya untuk kali terakhir. Ampas kopi itu terasa kasar di bibir. Ia menyeka butiran hitam itu dengan ujung surjannya. " Nah, selanjutnya adalah tembang Asmarandana. Artinya, rasa cinta kepada seseorang." Mangun menoleeh kepada Kinanthi yang sedang enunduk malu, "itu kodrat dari pangeran, gusti Allah. Semua orang pada saatnya pasti mengalami."

" Gambuh adalah terusan dari Asmandana. Asalnya dari kata jumbuh. Artinya, kalau dua orang laki-laki sudah jumbuh, cocok, sebaiknya disatukan dalam sebuah pernikahan."

" Bapak ini. Aku masih kecil, to," potong Kinanthi yang merasa tidak nyaman dengan topik bahasan bapaknya.

"Eh sebentar lagi kamu perawan, lho, nduk. Harus tahu." Sanggah Mangun.

" Setelah Gambuh, urutan selanjutnya adalah Dandanggula. Menggambarkan hidup seseorang yang bahagia. Apa yang diinginkan bisa terlaksana. Punya keluarga, anak, dan harta yang cukup. Makanya, orang yang bombong atine, senang hatinya, dikatakan sedang ndandanggula."

Manghun diam sebentar. Seperti ada yang dipikirkan.

"Masih ada yang lain pak?"

Setengah terhenyak. Mangun tertawa kecil. Lamunanya buyar. "Ini tembang yang sulit nduk. Namanya Dura. Artinya weweh atau berderma. Seharusnya, ketika seseorang sudah hidup serba cukup akan muncul dalam hatinya keinginan untuk berbagi. keinginan untuk menolong sesamanya yang sedang mengalami kesulitan."

Kinanthi benging " Kita ndak pernah ada yang menolong ya pak?"

Satire senyum Mangun menanggapi omongan Kinanthi. Mana bisa dia menyalahkan anak perempuannya itu. Dia hanya mengatakan apa yang dia lihat. Kesulitan hidup mengimpit tiadak ada habisnya...

Setelah kita bisa bersikap durma sebaiknya kita melakukan pungkur. Artinya menyingkir dari segala nafsu angkara murka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar