sebuah kapal besar mulai meninggalkan dermaga. Terlihat orang-orang melambai-lambaikan tangan menghantarkan sang kapal beserta awak dan nahkodanya mengarungi samudera luas. Ada diantara orang-orang itu yang baru saja turun dari kapalnya. Namun, ada juga orang-orang yang menghantarkan saudaranya yang menjadi awaka kapal tersebut.
Tak jauh dari dermaga seorang pria mengusap air matanya. Air mata kesedihan sekaligus kebanggaan. kesedihan karena berpisah dengan sang kapal yang selama ini di nahkodainya, serta kebanggaan telah ada nahkoda beserta awak baru yang siap melanjutkan perjalanannya.itulah yang aku alami malam ini. ibarat kapal yang beru saja mendarat dan melakukan pergantian awak dan nahkoda. walau akau yakin, akan seperti apa badai, topan, halangan dan rintangan yang menyapa mereka. tapi mereka hanya yakin dan percaya satu hal. Tuhan tak pernah tidur. dan perjuangan ini adalah salah satu cara untuk menuju kearahNya.
dirasa berar memang. kesibukan kuliah, kewajiban terhadap orangtua adalah bumbu kehidupan. ketiganya sama. Sama-sama untuk mencapai sebuah keridlaanNya. namun, itu akan menjadi mudah jika itu dilakukan secara bersama2...
sekali lagi, semoga RAHMAT ILAHI SELALU MELIMPAHI PERJUANGAN KAMI