welcome to my site

sugeng rawuh dumateng sedherek sedaya. mugi gusti paring lampah ingkang sekeco dhumateng sedaya niat ikhlas ngangsu elmu...

Minggu, 29 Januari 2012

KAPAL MULAI MELAJU

     sebuah kapal besar mulai meninggalkan dermaga. Terlihat orang-orang melambai-lambaikan tangan menghantarkan sang kapal beserta awak dan nahkodanya mengarungi samudera luas. Ada diantara orang-orang itu yang baru saja turun dari kapalnya. Namun, ada juga orang-orang yang menghantarkan saudaranya yang menjadi awaka kapal tersebut.
     Tak jauh dari dermaga seorang pria mengusap air matanya. Air mata kesedihan sekaligus kebanggaan. kesedihan karena berpisah dengan sang kapal yang selama ini di nahkodainya, serta kebanggaan telah ada nahkoda beserta awak baru yang siap melanjutkan perjalanannya.
itulah yang aku alami malam ini. ibarat kapal yang beru saja mendarat dan melakukan pergantian awak dan nahkoda. walau akau yakin, akan seperti apa badai, topan, halangan dan rintangan yang menyapa mereka. tapi mereka hanya yakin dan percaya satu hal. Tuhan tak pernah tidur. dan perjuangan ini adalah salah satu cara untuk menuju kearahNya.
    dirasa berar memang. kesibukan kuliah, kewajiban terhadap orangtua adalah bumbu kehidupan. ketiganya sama. Sama-sama untuk mencapai sebuah keridlaanNya. namun, itu akan menjadi mudah jika itu dilakukan secara bersama2...

sekali lagi, semoga RAHMAT ILAHI SELALU MELIMPAHI PERJUANGAN KAMI
     

Kamis, 19 Januari 2012

PAHAM DAN MEMAHAMKAN (sebuah refleksi)

"Sukses diri sendiri itu belum tentu sukses secara organisasi"
      Itulah sepenggal kalimat dari IMMawan Pepizone ketika mengisi Latihan Dasar Pimpinan hari Rabu, tanggal 18 Januari kemaren. hmmm.. Sedikit tersenggol juga ketika aku mendengar kata-kata itu. Satu periode ternyata memang bukan waktu yang sebentar untuk mengubah sebuah sistem.Ada banyak hal yang harus di observasi sebelum kita memulai sebuah treatment. yah setidaknya satu periode ini aku mencoba menganalisis seberapa jauh kekurangan dan kelebihan yang ada pada organisasi ini. Selain itu pula, sedikit banyak aku bertemu dengan banyak orang yang semakin menambah pengetahuanku.

       Selama satu periode ini aku merasa tidak banyak berbagi. Egois rasanya. melihat adik-adik dan orang-orang di sekelilingku tidak tahu apa yang seharusnya diketahui.Sayang seribu sayang. tapi itulah realitas yang terjadi. Ibarat mengarungi samudra tanpa peta dan kompas. Hanya mengikuti kemana arah angin melaju. Sedikit kebingungan, karena para kakanda tak terlalu hadir dalam perjalanan kami.

      Jadi ingat seorang kawan pernah berkata kepadaku begini,"Mungkin aku nggak banyak tahu tentang agama sebanyak kamu, tapi aku berusaha membagikan apa yang aku tahu ke orang lain. Karena bisa jadi informasi sekecil apapun yang menurut orang lain nggak berharga, buat dia info itu sangat berharga." BERBAGI ILMU. itu kata kuncinya.

    

Sabtu, 14 Januari 2012

kekerasan simbolik

entah apa yang terjadi. tapi aku sebagai perempuan merasa tersakiti. yah. sebuah forum yang menjunjung tinggi azas demokrasi yang jujur, adil, bebas dan rahasia ternoda oleh sebuha permainan forum. memang aku akui bahwa permainan forum memang sudah menjadi hal yang wajar disemua suksesi. tapi, amat sangat menyakitkan jika isu yang dihembuskan adalah sebuah isu yang bias gender. " dipimpin seorang perempuan?"
apa salahnya? asalkan orang itu punya kompetensi dan skill, serta ia mampu memimpin secara adil dan dicintai parteners nya. yang lebih disayangkan, itu terjadi pada sebuah organisasi yang mengangakat kesetaraan gender. dan itu menjadi sebuah isu baru yang harus di aktivasi kembali. apalagi melihat realitas yang terjadi perempuan sebagai  kaum mayoritas dan penggerak organisasi. ketika aku bercerita kepada seorang kakak perempuanku, dia menyebutnya sebagai "kekerasan simbolik" ya, sebuah kekerasan kepada perempuan.
tapi aku juga heran, justru yang terpengaruhi meyoritas perempuan. sekali perempuan. aneh bukan? disatu sisi sebagian yang lain memperjuangkan kesetaraan gender disisi lain sebagian malah meruntuhkannya. ironis. sanga ironis. ini menunjukkan bahwa kaumperempuan sendiri belum percaya diri untuk berdiri di depan sebagai seorang pelopor.
   sebuah gerakan mungkin harus segera dilakukan. menjadikannya sebagai sebuah basis gerakan untuk memahamkan kepada kaum laki-laki dan perempuan tentang kesetaraan gender. siapapun boleh memimpin. karena pada hakikatnya."Kullukum raa'in wa mas'uulun 'an ra'iyyatihi" setiap kamu adalah pemimpin dan setiap kamu aan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang diamanahkan kepadamu.