welcome to my site

sugeng rawuh dumateng sedherek sedaya. mugi gusti paring lampah ingkang sekeco dhumateng sedaya niat ikhlas ngangsu elmu...

Minggu, 08 April 2012

Bahasa sebagai Komunikasi


Fungsi bahasa menurut Jacobson:
1 .      Emotic speech
Ujaran yang berfungsi psikologis yaitu dalam menatakan perasaan, emosi si penutur.
2.      Phatic speech
Ujaran berfungsi memelihara hubungan social dan berlaku pada suasana tertentu.
3.      Cognitive speech
Ujaran mengacu pada dunia yang sesungguhnya yag sering diberi istilah denotative atau intuitif.
4.      Rhetorical speech
Ujaran berfungsi memepengaruhi dan mengkondisikan pikiran dari tingkah laku para penanggap tutur.
5.      Metalingual speech
Ujaran berfungsi untuk membicarakan bahasa, ini adaah jenis ujaran yang paling abstrak karena dipakai dalam membicarakan kode komunikasi.
6.      Phoetic speech
Ujaran ynag dipakai dalam bentuk tersendiri dengan mengistimewakan nilai-nilai estetikanya.

Begitulah bahasa memfungsikan dirinya sebagai alat komunikasi antar manusia.

Minggu, 19 Februari 2012

Sex and Gender: The Beginning of Study

One last decade, Gender is a familiar term that always talked by women activist. Women violence, trafficking and other discrimination are the examples of  Bias Gender. In Indonesia, Gender still unfamiliar term for the people. Many cases refer to the Gender inequality. It fact that the understanding Indonesian about gender still taboo in every field. So, in this article we will talk about gender and for the beginning case, we will discuss about sex and gender.
Actually, the gender term not only use for women sub-ordination, but also for man. Basically, human created in equality and their faith and the pious that make them different.
O mankind, indeed We have created you from male and female and made you peoples and tribes that you may know one another. Indeed, the most noble of you in the sight of Allah is the most righteous of you. Indeed, Allah is Knowing and Acquainted.” (QS 49:13)
            If we talk between sex and gender, we would represent both of them are similar but that’s the different case. As Siti Muslikhati said in her book Feminisme dan Pemberdayaan Perempuan dalam Timbangan Islam,

Selama ini masyarakat menganggap kedua istilah itu sama saja, yaitu sebagai sesuatu yang harus diterima taken for granted (menganggap sudah semestinya begitu). Padahal berbicara tentang perubahan sosial (proses-proses konstruksi, dekonstruksi ddan rekonstruksi) membutuhkan pemahaman yang baik tentang mana wilayah yang bisa diubah dan mana yang harus diterima begitu saja. dengan kata lain, kita perlu memahami bahwa didalam kehidupan ini adalah wilayah nature dan wilayah culture” (Muslikhati:19)

Nature and culture that’s the points we got. Sex remains in the nature area and gender in the cultural area.
            Sex in Oxford Dictionary means that each of the main groups (male and female) into which living things are categorized on the basis of their reproductive functions. Sex divides human into two classification: man and women biologically in the reproductive functions. For example a man have a penis, adam’s apple and produces sperma. In the other hand, women have an uterus, produces ovum and gives a birth. That’s naturally human’s. It can’t be changed because the God has created it for us. As Dr. Mansour Fakih said in his book, “It’s unchanged and it’s biologically rules or the God’s omnipotence.” (Fakih: 8)
Meanwhile gender means that classification roughly corresponding to the two sexes and sexlessness or class of noun according to this classification (masculine, feminine, neuter). This is the grouping of human character in social and cultural. For example the women should classy, gently, emotional and motherhood. Beside that a man, should strong, logic, powerful and masculine. Sometimes, the Javaness have a conservative idea if a women just work at home, cooking, doing the housework, feeding the babies and serving her husband. It’s can be changed from time to time and the different place, will have different paradigm.
So, that’s the differentiation from sex and gender that have a different concept naturally and culturally. I hope this article makes the reader more understanding about this issue and will discuss continuously.
           

Minggu, 29 Januari 2012

KAPAL MULAI MELAJU

     sebuah kapal besar mulai meninggalkan dermaga. Terlihat orang-orang melambai-lambaikan tangan menghantarkan sang kapal beserta awak dan nahkodanya mengarungi samudera luas. Ada diantara orang-orang itu yang baru saja turun dari kapalnya. Namun, ada juga orang-orang yang menghantarkan saudaranya yang menjadi awaka kapal tersebut.
     Tak jauh dari dermaga seorang pria mengusap air matanya. Air mata kesedihan sekaligus kebanggaan. kesedihan karena berpisah dengan sang kapal yang selama ini di nahkodainya, serta kebanggaan telah ada nahkoda beserta awak baru yang siap melanjutkan perjalanannya.
itulah yang aku alami malam ini. ibarat kapal yang beru saja mendarat dan melakukan pergantian awak dan nahkoda. walau akau yakin, akan seperti apa badai, topan, halangan dan rintangan yang menyapa mereka. tapi mereka hanya yakin dan percaya satu hal. Tuhan tak pernah tidur. dan perjuangan ini adalah salah satu cara untuk menuju kearahNya.
    dirasa berar memang. kesibukan kuliah, kewajiban terhadap orangtua adalah bumbu kehidupan. ketiganya sama. Sama-sama untuk mencapai sebuah keridlaanNya. namun, itu akan menjadi mudah jika itu dilakukan secara bersama2...

sekali lagi, semoga RAHMAT ILAHI SELALU MELIMPAHI PERJUANGAN KAMI
     

Kamis, 19 Januari 2012

PAHAM DAN MEMAHAMKAN (sebuah refleksi)

"Sukses diri sendiri itu belum tentu sukses secara organisasi"
      Itulah sepenggal kalimat dari IMMawan Pepizone ketika mengisi Latihan Dasar Pimpinan hari Rabu, tanggal 18 Januari kemaren. hmmm.. Sedikit tersenggol juga ketika aku mendengar kata-kata itu. Satu periode ternyata memang bukan waktu yang sebentar untuk mengubah sebuah sistem.Ada banyak hal yang harus di observasi sebelum kita memulai sebuah treatment. yah setidaknya satu periode ini aku mencoba menganalisis seberapa jauh kekurangan dan kelebihan yang ada pada organisasi ini. Selain itu pula, sedikit banyak aku bertemu dengan banyak orang yang semakin menambah pengetahuanku.

       Selama satu periode ini aku merasa tidak banyak berbagi. Egois rasanya. melihat adik-adik dan orang-orang di sekelilingku tidak tahu apa yang seharusnya diketahui.Sayang seribu sayang. tapi itulah realitas yang terjadi. Ibarat mengarungi samudra tanpa peta dan kompas. Hanya mengikuti kemana arah angin melaju. Sedikit kebingungan, karena para kakanda tak terlalu hadir dalam perjalanan kami.

      Jadi ingat seorang kawan pernah berkata kepadaku begini,"Mungkin aku nggak banyak tahu tentang agama sebanyak kamu, tapi aku berusaha membagikan apa yang aku tahu ke orang lain. Karena bisa jadi informasi sekecil apapun yang menurut orang lain nggak berharga, buat dia info itu sangat berharga." BERBAGI ILMU. itu kata kuncinya.

    

Sabtu, 14 Januari 2012

kekerasan simbolik

entah apa yang terjadi. tapi aku sebagai perempuan merasa tersakiti. yah. sebuah forum yang menjunjung tinggi azas demokrasi yang jujur, adil, bebas dan rahasia ternoda oleh sebuha permainan forum. memang aku akui bahwa permainan forum memang sudah menjadi hal yang wajar disemua suksesi. tapi, amat sangat menyakitkan jika isu yang dihembuskan adalah sebuah isu yang bias gender. " dipimpin seorang perempuan?"
apa salahnya? asalkan orang itu punya kompetensi dan skill, serta ia mampu memimpin secara adil dan dicintai parteners nya. yang lebih disayangkan, itu terjadi pada sebuah organisasi yang mengangakat kesetaraan gender. dan itu menjadi sebuah isu baru yang harus di aktivasi kembali. apalagi melihat realitas yang terjadi perempuan sebagai  kaum mayoritas dan penggerak organisasi. ketika aku bercerita kepada seorang kakak perempuanku, dia menyebutnya sebagai "kekerasan simbolik" ya, sebuah kekerasan kepada perempuan.
tapi aku juga heran, justru yang terpengaruhi meyoritas perempuan. sekali perempuan. aneh bukan? disatu sisi sebagian yang lain memperjuangkan kesetaraan gender disisi lain sebagian malah meruntuhkannya. ironis. sanga ironis. ini menunjukkan bahwa kaumperempuan sendiri belum percaya diri untuk berdiri di depan sebagai seorang pelopor.
   sebuah gerakan mungkin harus segera dilakukan. menjadikannya sebagai sebuah basis gerakan untuk memahamkan kepada kaum laki-laki dan perempuan tentang kesetaraan gender. siapapun boleh memimpin. karena pada hakikatnya."Kullukum raa'in wa mas'uulun 'an ra'iyyatihi" setiap kamu adalah pemimpin dan setiap kamu aan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang diamanahkan kepadamu.